Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera yang terus berjalan hingga beberapa tahun ke depan membuat HKI selalu berupaya melakukan perbaikan di seluruh lini operasinya. Perbaikan atau improvement ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas operasional di lapangan, yang pada gilirannya akan berimbas pada kinerja Perusahaan secara keseluruhan. Salah satu improvement yang telah dan rencananya akan terus digulirkan secara lebih terstruktur oleh HKI menyangkut penerapan Konstruksi Ramping atau  Lean Construction.

Apa itu Lean Construction?

Lean Construction adalah sebuah metode dalam mendesain sistem kerja proyek konstruksi yang dapat mengidentifikasi adanya waste (pemborosan) sehingga segala sesuatu yang tidak menambah nilai (value), dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Penerapan Lean Construction bertujuan untuk mengoptimalisasikan pelaksanaan proyek konstruksi, mengingat hambatan dalam sebuah proyek yang biasa terjadi seperti keterlambatan material, ketidakefektifan SDM, hingga pengelolaan limbah merupakan masalah yang kerap menghambat kelancaran penyelesaian proyek. 

Beberapa kaitan yang ada dalam Lean Construction antara lain desain, pelaksanaan kegiatan, pemeliharaan, keselamatan, dan daur ulang. Dalam dunia konstruksi, Lean Construction dilakukan oleh tim kerja yang akan memberikan kontribusi penambahan komponen atau kualitas kepada produk akhir. Beberapa prinsip Lean Construction yang dapat diterapkan dalam bidang konstruksi, antara lain value stream, flow, pull, prevention. 

Value Stream adalah pemetaan seluruh arus nilai, menetapkan kerja sama antara partisipan, mengidentifikasi dan menghilangkan waste sehingga proses konstruksi dapat ditingkatkan. Flow adalah konsep yang digunakan arus nilai untuk meninggikan jumlah efisien dari setiap tahap dalam proyek. Pull merupakan tingkat strategis yang diidentifikasikan sebagai kebutuhan untuk mengantar produk ke hasil akhir. Prevention adalah instruksi kerja dan pengembangan prosedur dan penetapan quality control. Prinsip yang cukup sering diterapkan dalam bidang konstruksi adalah value stream. Dengan mengidentifikasi dan menghilangkan waste, proyek akan berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Value stream dapat dilakukan dengan melihat nilai-nilai yang kurang bermanfaat pada saat pengerjaan proyek. Value stream yang diterapkan dalam Lean Construction tentu dapat meminimalisir pemborosan, baik dalam waktu maupun biaya.

Penerapan Lean Construction sendiri masih belum banyak dilakukan di industri konstruksi Indonesia, lantaran prinsip kerjanya yang belum terlalu familiar bagi praktisi industri dalam negeri. Namun, jika diterapkan dengan baik, dampak positifnya dapat dirasakan secara signifikan, misalnya peningkatan kinerja serta keselamatan kerja, dan pada akhirnya dapat berimbas pada biaya proyek yang lebih efisien.